Untuk merubah
perasaan berat tersebut, anda bisa memberikan pengertian kepada perasaan anda. Begini
caranya:
- Lakukan teknik relaksasi yang telah saya ajarkan
- Bayangkan wujud perasaan anda, ada di depan anda. Dengar lagi keluh kesahnya sehingga anda menjadi malas membaca al-Qur’an. Terima saja dan biarkan ia curhat.
- Setelah itu, beri ia pengertian dengan me-reframe sebab-sebab tersebut. Mereframe adalah cara melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain, yang dirasa, lebih pas dan positif:
- Contoh: saya tidak ada waktu untuk menghafal al-Qur’an. reframe-nya sebagai berikut: anda sibuk? Berarti anda harusnya bahagia, karena waktu anda bermanfaat dan jauh dari maksiat. Untuk menghafal al-Qur’an, masa sih anda tidak punya waktu 15 menit dari 24 jam yang anda miliki?
- Contoh lain: saya malas membaca al-Qur’an, akrena hafalan saya lemah. Reframe-nya: hafalan anda lemah? Berarti anda berkesempatan dapat pahala lebih banyak, karena muroja’ah anda tentunya akan lebih sering. Lakukan reframing pada setiap keluhan yang perasaan anda utarakan. Beri ia penjelasan sampai ia benar-benar merasa lega. Setelah itu, lanjutkan langkah berikutnya.
- Bayangkan anda berada ditempat yang begitu gelap. Tidak ada cahaya di tempat itu, kecuali cahaya yang menyorot dari atas, ke lantai di hadapan anda, seakan-akan membentuk sebuah tabung. Lihat, dalam lingkaran itu, terdapat diri anda mengenakan baju yang anda suka, pakaiannya berkilauan, begitu gagah dan hebat (lihat gambar).
- Dengarkan juga, sorak sorai orang-orang disekitar anda, mengelu-elukan pencapaian anda sekarang. Dengarkan pujian mereka terhadap anda yang berada di lingkaran. Rasakan, bahwa anda juga ingin menjadi seperti diri anda yang exelent tersebut.
- Lebih kuat lagi rasa irinya, sekarang anda melihat diri anda yang exelent, Allah mudahkan rizkinya, memiliki mobil, rumah, anak-anak yang saleh, istri solehah juga cantik.
- Apakah anda ingin menjadi seperti anda yang exelent tersebut? Bila jawabannya iya, dekati dia, dan tegur. Lihat dia menoleh dan menatap diri anda dengan ramah dan tatapan yang lembut. Kemudian anda yang exelent tersebut mulai berbicara dengan penuh santutn tentang mengapa ia bisa seperti sekarang.
- Ia mengatakan: saya seperti ini, karena saya melakukan hal yang berbeda dari sebab-sebab kemalasan yang dulu saya rasakan. Saya mulai mencintai al-Qur’an, saya membacanya setiap shalat, dari tidak suka mendengar mp3 tilawah, menjadi ketagihan, akhirnya Allah memudahkan saya menjadi hafidz al-Qur’an. Rasakan setiap nasihatnya, mengalir dalam diri anda. karena dia sebenarnya adalah diri anda.
- Setelah anda mendengarnya sendiri dari diri anda yang exelent, sekarnag melangkahlah masuk kedalam lingkarang cahaya tersebut. Bayangkan anda masuk ke dalam diri anda yang exelent, rasakan setiap nafasnya, aliran darahnya, semangatnya, dan rasa cintanya terhadap al-Qur’an.
- Lihat dirinya bersatu dengan diri anda, dengarkan suara lantunan tilawah yang keluar dari mulutnya, perlahan menjadi suara anda dan biarkan perasaan mendorong mulut anda untuk mulai bertilawah. Sekarang, lantunkan tilawah tersebut. Dan setiap lantunannyaanda bisa merasakan cinta yang begitu kuat.
- Setelah rasa itu semakin kuat, buatlah anchore: anchore adalah pelatuk biologis untuk membangkitkan memori, sepetri ingatan masa lalu yang timbul ketika anda mendengar musik kenangan. Caranya:
- Sugestikan kepada diri anda sendiri: ketika saya memegang al-Qur’an, rasa cinta ini muncul dalam diri saya. atau, ketika saya mengucapkan bismilah pada permulaan membaca al-Qur’an, rasa cinta ini langsung timbul dua kali lebih kuat dari yang sekarang saya rasakan.
- Anchore sebenarnya bisa dengan bebas anda ciptakan, rumusnya: ketika anda melakukan sesuatu, niatkan memori/rasa yang anda inginkan, muncul. Tentunya anda telah mengakses rasa tersebut sebelumnya.
No comments:
Post a Comment