Tuesday, October 22, 2013

LEBIH DEKAT DENGAN QUR’ANIC MODELING

LEBIH DEKAT DENGAN QUR’ANIC MODELING
Mungkin anda sekarang bertanya, apa sih Quranic Modeling? Dan apa yang dimaksud dengan menghafal memanfaatkan pikiran bawah sadar?

Bertanya-tanya dan penasaran ketika anda membaca judul buku ini, merupakan sebuah daya dorong lebih untuk mengenal lebih dekat Qur’anic Modeling. Pada bab ini, penulis akan menjelaskan definisi Qur’anic Modeling dan apa yang dimaksud dengan menghafal al-Qur’an memanfaatkan pikiran bawah sadar.

           Definisi Qur’anic Modeling: Menghafal Al-Qur’anMemanfaatkan Pikiran Bawah Sadar
Pada tahun 1970, seorang ahli Matematika/Computer Programming (Dr. Richard Bandler) dan seorang Profesor Linguistik (Dr. John Grinder) bertemu di University of California Santa Cruz.  Mereka tertarik mempelajari keahlian sejumlah pakar dan terapis yang teramat sukses di bidangnya. Mereka meyakini, orang-orang sukses memiliki benang merah yang sama dalam habits, sudut pandang dalam memahami hidup, dan karakter. Dan itu bisa dipelajari serta ditiru untuk selanjutnya dimanfaatkan dalam meraih kesuksesan.

Metode yang dipergunakan untuk mempelajari keahlian ini disebut sebagai modeling (ilmu memodel). Tokoh-tokoh awal yang dimodel adalah: Gregory Bateson (Anthropologist, cybernetics), Virginia Satir (Family Therapist), Milton Erickson (Hypnotherapist) dan Fritz Perls (Gestalt Psychotherapist). Setelah bertahun-tahun memodel, mereka berdua berhasil mengembangkan seperangkat teknik mental yang yang sangat berguna dalam dunia terapi.

Jadi, bisa disimpulkan, bahwa Qur’anic Modeling, merupakan teknik untukcopy-paste nilai-nilai sukses Al-Qur’an. Adapun menghafal, merupakan cara yang penulis anggap paling sesuai untuk memodel nilai-nilai tersebut. Lebih dari sekedar membaca, ketika anda menghafal al-Qur’an, artinya anda berupaya memfokuskan diri untuk menyimpan ayat-ayat al-Qur’andalam pikiran dan hati anda.

Kemudian banyak orang bertanya pada penulis, apa yang dimaksud menghafal dengan pikiran bawah sadar? Apakah menghafalnya sambil dihipnotis dalam kondisi tidur, dan ketika bangun tiba-tiba sudah hafal? Untuk mengetahui jawabannya, anda akan penulis kenalkan denga teori pikiran agar lebih memperjelas apa yang penulis maksud pikiran bawah sadar.

No comments:

Post a Comment