LEBIH
DEKAT DENGAN QUR’ANIC MODELING
Mungkin anda sekarang bertanya, apa sih
Quranic Modeling? Dan apa yang dimaksud dengan menghafal memanfaatkan pikiran
bawah sadar?
Bertanya-tanya dan penasaran ketika anda membaca
judul buku ini, merupakan sebuah daya dorong lebih untuk mengenal lebih dekat
Qur’anic Modeling. Pada bab ini, penulis akan menjelaskan definisi Qur’anic Modeling
dan apa yang dimaksud dengan menghafal al-Qur’an memanfaatkan pikiran bawah
sadar.
Definisi Qur’anic Modeling: Menghafal Al-Qur’anMemanfaatkan Pikiran
Bawah Sadar
Pada tahun 1970, seorang ahli Matematika/Computer
Programming (Dr. Richard Bandler) dan seorang Profesor Linguistik (Dr. John
Grinder) bertemu di University of California Santa Cruz. Mereka tertarik
mempelajari keahlian sejumlah pakar dan terapis yang teramat sukses di
bidangnya. Mereka meyakini, orang-orang sukses memiliki benang merah yang sama
dalam habits, sudut pandang dalam
memahami hidup, dan karakter. Dan itu bisa dipelajari serta ditiru untuk
selanjutnya dimanfaatkan dalam meraih kesuksesan.
Metode yang dipergunakan untuk mempelajari keahlian
ini disebut sebagai modeling (ilmu memodel). Tokoh-tokoh awal yang
dimodel adalah: Gregory Bateson (Anthropologist, cybernetics), Virginia Satir
(Family Therapist), Milton Erickson (Hypnotherapist) dan Fritz Perls (Gestalt
Psychotherapist). Setelah bertahun-tahun memodel, mereka berdua berhasil
mengembangkan seperangkat teknik mental yang yang sangat berguna dalam dunia
terapi.
Jadi, bisa disimpulkan, bahwa Qur’anic Modeling,
merupakan teknik untukcopy-paste nilai-nilai sukses Al-Qur’an. Adapun
menghafal, merupakan cara yang penulis anggap paling sesuai untuk memodel
nilai-nilai tersebut. Lebih dari sekedar membaca, ketika anda menghafal al-Qur’an,
artinya anda berupaya memfokuskan diri untuk menyimpan ayat-ayat al-Qur’andalam
pikiran dan hati anda.
Kemudian banyak orang bertanya pada penulis, apa
yang dimaksud menghafal dengan pikiran bawah sadar? Apakah menghafalnya sambil
dihipnotis dalam kondisi tidur, dan ketika bangun tiba-tiba sudah hafal? Untuk
mengetahui jawabannya, anda akan penulis kenalkan denga teori pikiran agar
lebih memperjelas apa yang penulis maksud pikiran bawah sadar.
No comments:
Post a Comment