العلم نورٌ و نور الله لا يهدى للعاصي
Ilmu adalah cahaya, dan Allah tidak
memberikan cahayanya kepada pendosa (Imam Syafi’i)
al-Qur’an, merupakan source of knowledge. Sumber ilmu yang unlimited dan tidak lekang oleh zaman. Semua yang anda butuhkan
untuk kebahagiaan hidup, ada di dalamnya. Maukah anda mencicipi ilmunya?
Banyak orang mundur ketika diminta untuk menghafal al-Qur’an. Alasannya, masih merasa kotor, pendosa, bekas preman, bekas kriminal,
masih suka main perempuan, pacaran, merokok dan lain-lain. Merasa menjadi
pendosa, dan pendosa tidak akan mendapat cahaya Allah SWT. Seperti yang ditulis
dalam ungkapan Imam Syafi’i di
atas.
Benar,
cahaya Allah memang tidak akan masuk ke dalam hati pendosa. Penulis tidak
menyalahkan ungkapan di atas. Tapi, pernahkah anda menilai sebuah cahaya dari
sisi lain? Hakikatnya,cahaya merupakan penerang yang gelap. Bila anda
menyalakan lampu di dalam kamar yang gelap, otomatis kamar tersebut menjadi
terang bukan?
Jika
anda merasa hati anda keras dan gelap, mengapa tidak mencoba untuk meneranginya dengan cahaya
ilmu al-Qur’an? Jika anda sudah jenuh dengan dosa-dosa yang terus membawa
kesialan bagi kehidupan anda, mengapa anda tidak memulai untuk mengkaji dan
kembali kepada al-Qur’an?
Sayyidina
Umar ibnu Khattab, salah satu sahabat kebanggaan Rasulullah SAW, dahulu adalah
seorang pereman dan penyembah berhala. Hatinya tercerahkan oleh lantunan ayat al-Qur’an
yang tidak sengaja beliau dengar dari adiknya.
Seorang
kawan pernah bertanya pada penulis, “Ka, kalau kita banyak dosa, gimana kita
bisa hafal al-Qur’an?” Jawaban saya singkat, “Justru, ketika kamu merasa banyak
dosa, atau merasa kotor dan tidak sempurna, mulailah mendekatkan diri pada al-Qur’an. Karena
ketika kamu merasa “kotor” dan kembali pada Al-Qur’an, itu adalah langkah awal Allah SWT membersihkan
hati kamu”.
Persoalan
berikutnya adalah, dari mana anda memulai untuk mendalami al-Qur’an? Saran
penulis,mulailah dari “nol” dari titik netral yang tidak ada positif dan negatif
didalamnya. Ikhlaskan hati anda, lepaskan segala hal yang mengganjal. Anda seperti
kepompong yang akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu.
Biarkan
cahaya al-Qur’an menerangi hati anda. Aplikasikan dalam kehidupan, semua pencerahan-pencerahan
yang anda rasakan dari tiap makna ayatnya. Perlahan, cobalah untuk mendirikan shalat 5 waktu secara
teratur. Kemudian cobalah merubah kelakuan yang anda rasa buruk, menjadi prilaku qur’ani. Nikahi pacar anda dengan segera.
Terus lakukan perbaikan-perbaikan dalam hidup anda. Yakinlah, Allah SWT pasti
memudahkan.
No comments:
Post a Comment