Sunday, October 20, 2013

DARIMANA ANDA MEMULAI?

العلم نورٌ و نور الله لا يهدى للعاصي
Ilmu adalah cahaya, dan Allah tidak memberikan cahayanya kepada pendosa (Imam Syafi’i)

al-Qur’an, merupakan source of knowledge. Sumber ilmu yang unlimited dan tidak lekang oleh zaman. Semua yang anda butuhkan untuk kebahagiaan hidup, ada di dalamnya. Maukah anda mencicipi ilmunya?
Banyak orang mundur ketika diminta untuk menghafal al-Qur’an. Alasannya, masih merasa kotor, pendosa, bekas preman, bekas kriminal, masih suka main perempuan, pacaran, merokok dan lain-lain. Merasa menjadi pendosa, dan pendosa tidak akan mendapat cahaya Allah SWT. Seperti yang ditulis dalam ungkapan Imam Syafi’i di atas.

Benar, cahaya Allah memang tidak akan masuk ke dalam hati pendosa. Penulis tidak menyalahkan ungkapan di atas. Tapi, pernahkah anda menilai sebuah cahaya dari sisi lain? Hakikatnya,cahaya merupakan penerang yang gelap. Bila anda menyalakan lampu di dalam kamar yang gelap, otomatis kamar tersebut menjadi terang bukan?

Jika anda merasa hati anda keras dan gelap, mengapa tidak mencoba untuk meneranginya dengan cahaya ilmu al-Qur’an? Jika anda sudah jenuh dengan dosa-dosa yang terus membawa kesialan bagi kehidupan anda, mengapa anda tidak memulai untuk mengkaji dan kembali kepada al-Qur’an?

Sayyidina Umar ibnu Khattab, salah satu sahabat kebanggaan Rasulullah SAW, dahulu adalah seorang pereman dan penyembah berhala. Hatinya tercerahkan oleh lantunan ayat al-Qur’an yang tidak sengaja beliau dengar dari adiknya.

Seorang kawan pernah bertanya pada penulis, “Ka, kalau kita banyak dosa, gimana kita bisa hafal al-Qur’an?” Jawaban saya singkat, “Justru, ketika kamu merasa banyak dosa, atau merasa kotor dan tidak sempurna, mulailah mendekatkan diri pada al-Qur’an. Karena ketika kamu merasa “kotor” dan kembali pada Al-Qur’an, itu adalah langkah awal Allah SWT membersihkan hati kamu”.

Persoalan berikutnya adalah, dari mana anda memulai untuk mendalami al-Qur’an? Saran penulis,mulailah dari “nol” dari titik netral yang tidak ada positif dan negatif didalamnya. Ikhlaskan hati anda, lepaskan segala hal yang mengganjal. Anda seperti kepompong yang akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu.

Biarkan cahaya al-Qur’an menerangi hati anda. Aplikasikan dalam kehidupan, semua pencerahan-pencerahan yang anda rasakan dari tiap makna ayatnya. Perlahan, cobalah untuk mendirikan shalat 5 waktu secara teratur. Kemudian cobalah merubah kelakuan yang anda rasa buruk, menjadi prilaku qur’ani. Nikahi pacar anda dengan segera. Terus lakukan perbaikan-perbaikan dalam hidup anda. Yakinlah, Allah SWT pasti memudahkan.


No comments:

Post a Comment